Beritaenam.com
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • MUSIK
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • CATATAN AGI
No Result
View All Result
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • MUSIK
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • CATATAN AGI
No Result
View All Result
Beritaenam.com
No Result
View All Result
Home Berita

Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar MV Hondius: 3 Tewas, WHO Pantau Ratusan Penumpang dari 23 Negara

Wabah hantavirus di kapal pesiar ekspedisi MV Hondius menggemparkan dunia kesehatan internasional. Tiga penumpang meninggal dunia, lima kasus dikonfirmasi, dan lebih dari 100 orang dari 23 negara dalam pemantauan ketat otoritas kesehatan global.

by Al Berlant Ghulam
08/05/2026
in Berita, kesehatan, News
A A
0
wabah hantavirus

BERITAEANAM.COM – Wabah hantavirus di kapal pesiar MV Hondius menjadi perhatian kesehatan global setelah Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengonfirmasi tiga kematian dan delapan kasus infeksi di atas kapal ekspedisi berbendera Belanda tersebut per 7 Mei 2026. Kapal yang sedang berlayar dari Argentina menuju Kepulauan Canary itu sempat tertahan di perairan Tanjung Verde, Afrika Barat, sementara respons medis internasional dikerahkan.

Strain yang teridentifikasi adalah Andes virus, varian hantavirus langka asal Amerika Selatan yang menjadi satu-satunya jenis hantavirus dengan dokumentasi penularan terbatas antarmanusia. Fakta ini memicu kewaspadaan global, meskipun WHO menegaskan risiko bagi masyarakat luas masih tergolong rendah.

Kronologi Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar MV Hondius

Kapal pesiar MV Hondius milik operator Oceanwide Expeditions memulai perjalanan dari Argentina pada awal April 2026 dengan rute menuju Kepulauan Canary. Dalam waktu singkat, sejumlah penumpang mulai menunjukkan gejala demam, gangguan pencernaan, dan kesulitan bernapas.

Kasus pertama yang meninggal adalah seorang penumpang pria berkewarganegaraan Belanda pada 11 April 2026, saat kapal masih berada di lautan. Kapal kemudian singgah di Pulau Saint Helena pada 24 April, dan 29 penumpang turun sebelum informasi mengenai wabah disampaikan secara resmi.

Pada 2 Mei 2026, WHO menerima notifikasi resmi dari focal point International Health Regulations Inggris Raya mengenai klaster penyakit pernapasan akut di atas kapal tersebut. Pengujian laboratorium di Afrika Selatan pada tanggal yang sama mengonfirmasi hantavirus pada satu pasien yang dirawat di unit perawatan intensif.

Sehari kemudian, satu kematian tambahan dilaporkan. Per 4 Mei 2026, terdapat tujuh kasus, terdiri atas dua kasus terkonfirmasi dan lima kasus suspek, dengan tiga di antaranya telah meninggal dan satu pasien dalam kondisi kritis. Per 7 Mei 2026, jumlah kasus terkonfirmasi meningkat menjadi lima.

“Kami percaya ini akan menjadi wabah yang terbatas jika langkah-langkah kesehatan masyarakat diterapkan secara efektif.”   – Abdi Mahamud, Manajer Insiden WHO Western Pacific

Pada 6 Mei 2026, tiga pasien yang masih di atas kapal dievakuasi melalui jalur udara ke Belanda untuk mendapatkan perawatan lanjutan. Kapal MV Hondius kemudian mulai bergerak meninggalkan Tanjung Verde menuju Kepulauan Canary, tempat penumpang yang sehat akan diizinkan turun dan dipulangkan ke negara masing-masing.

Profil Korban dan Negara Terdampak Wabah Hantavirus

Tiga penumpang yang meninggal dunia adalah sepasang suami istri berkewarganegaraan Belanda serta satu warga negara Jerman. Sang suami meninggal pada 11 April di lautan, sedangkan sang istri meninggal di Afrika Selatan setelah sempat dievakuasi untuk mendapatkan penanganan medis.

Selain kasus di atas kapal, seorang warga negara Swiss yang meninggalkan kapal pada akhir April kemudian dinyatakan positif hantavirus setelah dirawat di Rumah Sakit Universitas Zurich. Pasien tersebut dan istrinya, yang tidak menunjukkan gejala, kini dalam isolasi mandiri.

Ratusan penumpang dan awak kapal berasal dari 23 kewarganegaraan berbeda, termasuk Australia, Belgia, Kanada, Prancis, Yunani, Guatemala, India, Irlandia, Jepang, Selandia Baru, Polandia, Portugal, dan lainnya. Di kapal ini juga terdapat 38 awak berkewarganegaraan Filipina, yang seluruhnya dilaporkan tidak bergejala.

Tiga penduduk di negara bagian Amerika Serikat, yaitu California, Georgia, dan Arizona, masuk ke dalam pemantauan setelah diketahui pernah berlayar di atas kapal tersebut. CDC Amerika Serikat menegaskan bahwa risiko bagi masyarakat Amerika sangat rendah.

“Ini bukan COVID, ini bukan influenza. Penularannya sangat, sangat berbeda.”   – Maria Van Kerkhove, Epidemiolog WHO

Apa Itu Hantavirus dan Bagaimana Cara Penularannya

Hantavirus adalah kelompok virus yang secara alami menginfeksi hewan pengerat, khususnya tikus. Menurut CDC, penularan utama kepada manusia terjadi melalui inhalasi partikel aerosol dari urine, kotoran, atau air liur tikus yang terinfeksi dan mengering. Kontak langsung dengan hewan pengerat atau benda yang terkontaminasi juga dapat menjadi jalur infeksi.

Virus ini dapat menyebabkan dua sindrom klinis utama. Pertama adalah Hantavirus Pulmonary Syndrome (HPS) yang menyerang paru-paru dan kerap ditemukan di kawasan Amerika. Kedua adalah Hemorrhagic Fever with Renal Syndrome (HFRS) yang menyerang ginjal dan lebih banyak terjadi di Eropa serta Asia.

Andes virus, yang teridentifikasi dalam wabah MV Hondius, merupakan varian yang ditemukan di Argentina dan Cile. Strain ini merupakan satu-satunya hantavirus yang memiliki dokumentasi penularan terbatas dari manusia ke manusia, umumnya hanya terjadi melalui kontak fisik yang sangat dekat dan dalam jangka waktu lama.

Gejala Infeksi Hantavirus yang Perlu Diwaspadai

Masa inkubasi hantavirus berkisar antara 10 hingga 20 hari setelah terpapar. Pada fase awal, gejala yang muncul sangat mirip dengan flu biasa, yaitu demam tinggi secara tiba-tiba, nyeri otot, tubuh lemas, mual, serta gangguan pencernaan. Kondisi ini menyulitkan deteksi dini.

Setelah 3 hingga 5 hari, penderita HPS dapat mengalami perburukan kondisi yang cepat, berupa sesak napas berat, pneumonia, sindrom gangguan pernapasan akut (ARDS), dan syok. Infeksi hantavirus tidak dapat diobati dengan terapi spesifik maupun vaksin. Penanganan bersifat suportif, termasuk pemberian oksigen, ventilasi mekanis, dan dalam kasus berat memerlukan perawatan di ICU.

“Pada tahap awal penyakit, Anda mungkin benar-benar tidak dapat membedakan antara hantavirus dan flu.”   – Dr. Sonja Bartolome, Spesialis Paru, UT Southwestern Medical Center, AS

Tingkat kematian kasus (CFR) hantavirus bervariasi tergantung strain dan wilayah. Strain Amerika memiliki CFR hingga 50 persen, sementara strain Eropa dan Asia berkisar antara kurang dari 1 persen hingga 15 persen. Data WHO menunjukkan, pada 2025 terdapat 229 kasus dengan 59 kematian di delapan negara kawasan Amerika, dengan CFR 25,7 persen.

Risiko Hantavirus di Indonesia dan Imbauan Kementerian Kesehatan

Indonesia mencatat delapan kasus hantavirus pada periode 15 hingga 21 Juni 2025, tersebar di Provinsi Jawa Barat, Daerah Istimewa Yogyakarta, Nusa Tenggara Timur, dan Sulawesi Utara. Hingga Agustus 2025, total terdapat sepuluh kasus yang terdata secara nasional.

Pakar epidemiologi Dicky Budiman menyebut potensi hantavirus menjadi pandemi global sangat kecil karena penularan utamanya bukan antarmanusia, melainkan dari hewan pengerat ke manusia. Kewaspadaan perlu ditingkatkan terutama di lingkungan berisiko tinggi, seperti gudang, kapal, dan ruangan tertutup dengan ventilasi terbatas.

Langkah pencegahan yang dianjurkan mencakup menjaga kebersihan lingkungan dari populasi tikus, menghindari kontak langsung dengan hewan pengerat, dan menggunakan alat pelindung diri saat membersihkan area yang kemungkinan terkontaminasi. Masyarakat yang mengalami gejala mirip flu yang tidak kunjung membaik, terutama yang disertai gangguan pernapasan berat, diimbau segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan.

Status Terkini Penanganan Wabah oleh WHO

WHO menegaskan risiko kesehatan masyarakat secara global akibat wabah ini masih tergolong rendah. Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus menyatakan pihaknya terus memantau perkembangan situasi dan menyusun panduan operasional langkah demi langkah untuk proses turun kapal serta perjalanan lanjutan bagi penumpang yang masih di atas MV Hondius.

WHO mengimbau seluruh negara yang terlibat dalam kejadian ini untuk melanjutkan upaya deteksi, investigasi, pelaporan, manajemen kasus, dan pengendalian infeksi secara terkoordinasi. Penumpang dan awak kapal dianjurkan melakukan pemantauan gejala secara aktif selama 45 hari, menerapkan kebersihan tangan secara rutin, dan segera melapor ke tenaga medis jika mengalami gejala pernapasan.

Baca juga: “Pepatah” Maulana Ardiansyah – Anthem Sejati Para Perantau Pantang Menyerah

Related Posts

apa itu hantavirus?
Berita

Apa Itu Hantavirus? Kenali Penyebab, Gejala, dan Cara Mencegahnya

by Al Berlant Ghulam
4 hours ago
0

Apa itu hantavirus? Pertanyaan ini kembali ramai diperbincangkan setelah wabah hantavirus di kapal pesiar MV Hondius menyita perhatian dunia pada awal Mei 2026. Hantavirus adalah kelompok virus yang disebarkan oleh hewan pengerat, terutama tikus, dan dapat menyebabkan penyakit serius bahkan...

Read more
kecelakaan bus ALS muratara

Kecelakaan Bus ALS Muratara: 16 Tewas, DPR Desak Audit Keselamatan

20 hours ago
Tersangka Pencabulan 50 Santriwati di Pati

Kiai Ashari, Pelaku Tersangka Pencabulan 50 Santriwati di Pati Ditangkap di Wonogiri

21 hours ago
Next Post
apa itu hantavirus?

Apa Itu Hantavirus? Kenali Penyebab, Gejala, dan Cara Mencegahnya

sw-7 minuman sarang burung walet
Logo Beritaenam

Beritaenam.com adalah sebuah media independen, tidak memihak dalam pemberitaan, bebas dan tidak terikat dari kepentingan politik dan kelompok tertentu.

Berisi orang-orang profesional yang sudah bertahun-tahun bekerja di dunia jurnalistik.

Tujuan utama kami adalah memberikan berita informasi yang bermanfaat bagi masyarakat dan cerdas mengupas peristiwa.

Kategori

  • Berita
    • Teknologi
  • Catatan Agi
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
    • Seks
  • Hankam
  • Hiburan
    • Film
    • Selebriti
  • Hukum
  • info
  • Internasional
  • Istana
  • Jabar
  • Kawula Muda
  • kesehatan
  • Kriminal
  • Kuliner
  • Metropolitan
  • motogp
  • Musik
  • Musik Trending
  • Narkoba
  • Nasional
  • News
  • Olahraga
    • Otomotif
    • Sepak Bola
  • Opinion
  • Pendidikan
  • Peristiwa
  • Politik
  • properti
  • Travel
  • Viral
  • Wisata
Beritaenam verified by Dewan Pres
  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

© 2022 Beritaenam - PT. Dua Tujuh Delapan

No Result
View All Result
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • MUSIK
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • CATATAN AGI

© 2022 Beritaenam - PT. Dua Tujuh Delapan