Sebanyak 16 orang tewas dalam kecelakaan bus ALS Muratara, tabrakan maut antara Bus Antar Lintas Sumatera (ALS) dan truk tangki BBM milik PT Seleraya di Jalan Lintas Sumatera, Kecamatan Karang Jaya, Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Sumatera Selatan, Rabu (6/5/2026) sekitar pukul 12.00 WIB. Tiga orang luka berat dan satu orang luka ringan.
Kronologi Tabrakan dan Kebakaran
Berdasarkan keterangan Kasat Lantas Polres Muratara AKP Abdul Karim, Bus ALS dengan nomor polisi BK-7778-DL melaju dari arah Lubuklinggau menuju Jambi. Di lokasi kejadian, bus diduga oleng ke jalur kanan akibat pengemudi berusaha menghindari lubang di badan jalan.
Pada saat bersamaan, truk tangki dengan nomor polisi BG-8196-QB dikemudikan Yanto bersama penumpangnya Martini melaju dari arah berlawanan. Jarak yang terlampau dekat membuat tabrakan tidak dapat dihindari.
Bus tersebut oleng ke arah kanan yang mengambil jalur berlawanan, sehingga pada saat yang sama ada mobil tangki minyak dari arah berlawanan dan terjadilah tabrakan tersebut.AKP Abdul Karim, Kasat Lantas Polres Muratara
Benturan keras memicu kebakaran besar. Api menghanguskan badan bus, truk tangki, serta satu sepeda motor yang berada di sekitar lokasi. Yanto dan Martini sebagai penumpang truk tangki tewas terbakar di dalam kendaraan.
Identitas Korban dan Proses DVI
Humas PT ALS Alwi Matondang menyebutkan bus tersebut berangkat dari Semarang menuju Medan dengan total 18 orang di dalamnya, termasuk awak. Tiga kru bus, termasuk sopir, ikut menjadi korban jiwa.
Informasi awal, bus itu berangkat dari Semarang menuju Medan. Kalau total di dalam bus ada 18 orang sama kru bus. Yang meninggal, ada tiga kru bus juga, termasuk sopir.Alwi Matondang, Humas PT ALS
Sebanyak 16 kantong jenazah dibawa ke RS Bhayangkara Mohammad Hasan Palembang untuk proses identifikasi oleh Tim Disaster Victim Identification (DVI). Proses identifikasi disebut rumit karena sebagian besar korban mengalami luka bakar berat. Polda Sumsel membuka posko DVI dengan Call Center di nomor +62 821-7803-8910.
Kami memastikan proses penegakan hukum dan identifikasi korban dilakukan secara profesional serta transparan.Nandang, pejabat Polda Sumsel
Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan menanggung biaya penginapan dan konsumsi keluarga korban yang datang ke Lubuklinggau.
DPR Desak Audit Menyeluruh
Komisi V DPR RI mendesak audit menyeluruh terhadap standar keselamatan armada bus antarkota antarprovinsi pascatragedi ini. Komisi V menyoroti kondisi infrastruktur Jalan Lintas Sumatera, terutama keberadaan lubang di badan jalan yang diduga menjadi pemicu awal kecelakaan.
Insiden ini menambah daftar panjang kecelakaan maut di jalur Sumatera. Kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab lengkap kecelakaan, termasuk kondisi teknis kendaraan dan faktor cuaca saat kejadian.
Baca juga: Personil Baru Trio Macan Gen Z: Ellen, Ghea, dan Intan Resmi Debut di Generasi Keempat







