Badan Gizi Nasional (BGN) menemukan sekitar 6 juta data ganda calon penerima MBG untuk 2027. Kepala BGN Sudaryono menyatakan temuan itu tengah disisir melalui sinkronisasi data lintas kementerian.
Temuan 6 Juta Data Ganda Penerima MBG
Kepala BGN Sudaryono mengungkap hasil penyisiran sementara menunjukkan sekitar 6 juta data harus dirapikan. Data itu terindikasi ganda dalam basis data calon penerima MBG tahun depan.
Sudaryono menegaskan proses validasi masih berjalan sehingga angka tersebut dapat berubah. Ia menyatakan penyisiran ulang terus dilakukan agar setiap penerima manfaat hanya tercatat satu kali. Berita nasional lain di kanal Nasional BeritaEnam.
“Kalau enggak salah ada pengurangannya ada sekitar 6 juta. Berarti kita sisir terus.” — Sudaryono, Kepala Badan Gizi Nasional
Penyebab Munculnya Data Ganda
Menurut Sudaryono, data ganda muncul karena satu orang tercatat dalam lebih dari satu basis data kementerian. Kondisi itu membuat seorang calon penerima manfaat terhitung lebih dari sekali.
Ia mencontohkan siswa Madrasah Tsanawiyah yang juga terdaftar sebagai santri di pondok pesantren. Ada pula siswa SMP di lingkungan pesantren yang tercatat di Kemendikdasmen sekaligus di data pesantren.
“Ada anak didata di MTs, tapi dia juga santri pondok pesantren. Nah itu ada yang dobel, kita rapikan itu semua.” — Sudaryono, Kepala Badan Gizi Nasional
Hasil Validasi Data Terbaru
Data yang dipaparkan dalam rapat koordinasi menunjukkan pengurangan 4.864.467 peserta didik akibat eliminasi data ganda. Selain itu, terdapat 845.660 data ganda guru dan tenaga kependidikan yang dibersihkan.
Setelah proses validasi, jumlah penerima manfaat yang dinyatakan valid tercatat 42.847.940 siswa. Angka itu ditambah 3.351.568 guru serta tenaga kependidikan yang lolos verifikasi. Sebelum validasi, data siswa berasal dari 36.641.241 peserta didik di bawah Kemendikdasmen.
Sinkronisasi Data Lintas Kementerian
BGN melakukan pemadanan data bersama Kemendikdasmen, BKKBN, Kementerian Kesehatan, dan Kementerian Agama. Langkah itu ditempuh agar tidak ada lagi identitas ganda dalam pendataan penerima MBG.
Rapat koordinasi terbatas digelar di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Jakarta. Pertemuan itu memastikan sistem data dari berbagai kementerian saling terhubung. Info program di laman resmi BGN.
“Rapat hari ini memastikan semua sistem data dari banyak kementerian saling terhubung, sehingga kita betul-betul menemukan tidak ada identitas ganda.” — Sudaryono, Kepala Badan Gizi Nasional
Tujuan Perbaikan Tata Kelola Program
Pemerintah menyatakan pemadanan data dilakukan agar penerima MBG benar-benar tepat sasaran. Penataan itu sekaligus ditujukan untuk membuat penggunaan anggaran negara lebih efektif.
Penyisiran data ganda menjadi bagian dari perbaikan tata kelola program secara menyeluruh. BGN menegaskan pemutakhiran data akan terus dilakukan sebelum penyaluran tahun berikutnya berjalan. Proses validasi yang belum tuntas membuat jumlah penerima manfaat masih berpotensi berubah.
Anggaran dan Kelanjutan Program
Program MBG menjadi salah satu prioritas pemerintah dengan cakupan puluhan juta penerima manfaat. Ketepatan data menjadi kunci agar penyaluran bantuan tidak salah sasaran.
Sinkronisasi data ditargetkan rampung sebelum penyaluran program pada 2027 dimulai. BGN menyatakan pemadanan dilakukan secara bertahap bersama kementerian terkait. Selain persoalan data, pemerintah juga menyoroti aspek keamanan pangan dalam penyelenggaraan program.
Transparansi dan Akuntabilitas
Data ganda yang tidak segera dibersihkan berpotensi membebani anggaran negara. Karena itu, penyisiran dilakukan agar setiap penerima MBG benar-benar tercatat satu kali. BGN memastikan hasil pemadanan akan menjadi dasar penetapan sasaran penerima MBG.
Pemerintah berharap perbaikan tata kelola ini meningkatkan kepercayaan publik terhadap program. Transparansi data dinilai penting untuk menjaga akuntabilitas penggunaan anggaran. Koordinasi lintas kementerian diklaim mempercepat proses identifikasi data yang tumpang tindih.
Temuan 6 juta data ganda ini menjadi catatan penting bagi tata kelola program MBG. BGN memastikan penyisiran data penerima MBG berlanjut agar penyaluran bantuan lebih akurat dan tepat sasaran.








