Demo 2 tahun Prabowo-Gibran digelar mahasiswa di Jakarta dan sejumlah daerah pada Selasa, 20 Oktober 2026. Aksi itu bertepatan dengan dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Di Jakarta, aksi dimotori BEM Universitas Indonesia bersama aliansi Komite Selamatkan Daulat Rakyat (Sadar). Mereka membawa lima tuntutan, mulai dari penanganan kebakaran hutan dan lahan hingga pemberantasan korupsi.
Lima Tuntutan dalam Demo 2 Tahun Prabowo-Gibran
Menurut Kompas.com, aliansi Sadar beranggotakan mahasiswa UI, ITB, Universitas Padjadjaran, Universitas Diponegoro, Universitas Negeri Semarang, UGM, UPN Veteran Yogyakarta, Universitas Airlangga, dan Universitas Brawijaya. BEM UI beraksi di Jakarta, sementara kampus lain bergerak di daerah masing-masing.
Berikut lima tuntutan yang dibawa dalam demo 2 tahun Prabowo-Gibran:
- Menetapkan karhutla dan banjir sebagai bencana nasional, menjamin kesehatan warga, serta memproses hukum dan mencabut izin korporasi yang bertanggung jawab.
- Memperbaiki tata kelola kebijakan ekonomi dan memulihkan kepercayaan pasar.
- Menghentikan pembatasan kebebasan berpendapat.
- Memberantas korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN).
- Menurunkan biaya pendidikan, kesehatan, dan layanan publik, serta memeratakan aksesnya.
Ketua BEM UI Yatalathof Imawan menyebut aksi ini bukan sekadar evaluasi. Ia menyampaikannya kepada Kompas.com sehari sebelum aksi.
“Dua tahun pemerintahan yang gagal untuk apa dievaluasi? Kita bergerak karena sudah tidak ada harapan.”
Yatalathof Imawan, Ketua BEM UI
Kronologi Aksi di Tugu Proklamasi, Tugu Tani, dan Patung Kuda
Rangkaian demo 2 tahun Prabowo-Gibran di Jakarta dimulai dengan aksi simbolik di Tugu Proklamasi, Menteng, pukul 09.00 WIB. Aksi massa kemudian dijadwalkan di kawasan Tugu Tani pukul 15.00 WIB.
Menurut IDN Times, massa mulai berkumpul di Tugu Tani sekitar pukul 15.50 WIB. Mahasiswa UI, IPB, dan UHAMKA membentuk barisan di belakang mobil komando sekitar pukul 16.04 WIB.
Dalam demo 2 tahun Prabowo-Gibran di Tugu Tani, mahasiswa menyoroti karhutla dan mendesak pemerintah menindak tegas korporasi yang terlibat. Mereka juga meminta maaf kepada pengguna jalan yang terganggu.
Di kawasan Patung Kuda, Jalan Medan Merdeka Selatan, arus lalu lintas dari arah Gambir dan sebaliknya ditutup, menurut Suara.com. Polisi memasang barikade besi di depan Gedung BSI Tower sehingga mahasiswa yang hendak menuju lokasi tertahan.
Mahasiswa Universitas Nasional (UNAS) termasuk yang beraksi di Jalan Medan Merdeka Selatan. Mereka menyoroti karhutla, program Makan Bergizi Gratis (MBG), dan anggaran pendidikan.
Penanggung jawab aksi mahasiswa UNAS, Raihan Syahwal Patria, menyebut pihaknya tidak bergabung dengan BEM Seluruh Indonesia, tetapi sudah berkonsolidasi dengan kampus lain. Ia mengatakan aksi akan digelar bertahap dan jalur hukum ke Mahkamah Konstitusi serta Mahkamah Agung sedang dipertimbangkan, menurut laporan Suara.com lainnya.
“Yang di mana kita akan melakukan jilid per jilid, aksi per aksi.”
Raihan Syahwal Patria, penanggung jawab aksi mahasiswa UNAS
Aksi di Depan DPRD DIY Berujung Ricuh
Di Yogyakarta, demo 2 tahun Prabowo-Gibran di depan Gedung DPRD DIY berakhir ricuh, menurut laporan Kompas.id. Sekitar 1.000 mahasiswa dari berbagai kampus dan organisasi di Kota Yogyakarta ikut dalam aksi tersebut.
Mahasiswa melempar botol air mineral ke arah polisi dan gedung DPRD, sehingga sejumlah lampu gantung di teras gedung pecah. Ketua DPRD DIY kemudian menemui peserta aksi.
Selain isu nasional, mahasiswa di Yogyakarta menyuarakan perbaikan komunikasi pemerintah, tata kelola BBM bersubsidi, dan perampingan kabinet.
Respons Pemerintah dan Gubernur Jakarta
Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Dudung Abdurachman menanggapi demo 2 tahun Prabowo-Gibran melalui keterangan tertulis pada Selasa malam, menurut Kontan. Ia menyebut kebebasan berpendapat sebagai hak konstitusional yang harus disertai tanggung jawab.
“Silakan bersuara, silakan mengkritik, silakan berbeda pendapat.”
Dudung Abdurachman, Menko Polkam
Dudung juga meminta masyarakat mengkritik tanpa menghina, menjaga etika di media sosial, dan memeriksa informasi sebelum menyebarkannya.
“Kita boleh berbeda, tetapi tidak harus bermusuhan.”
Dudung Abdurachman, Menko Polkam
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung berharap aspirasi mahasiswa didengar pemerintah pusat dan meminta aksi berlangsung tertib, menurut Bisnis.com.
Latar Belakang: Isu yang Disorot Mahasiswa
Sejumlah isu dalam demo 2 tahun Prabowo-Gibran telah menjadi sorotan dalam beberapa pekan terakhir. Karhutla di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, misalnya, menewaskan empat orang di kawasan Mentigen pada 15 Oktober 2026.
Di sektor ekonomi, IHSG anjlok 3,64% ke level 4.996 pada 19 Oktober 2026, sehari sebelum aksi. Pada hari yang sama, Presiden Prabowo memanggil pejabat ekonomi dan Ketua OJK ke Istana.
KPK juga menahan lima tersangka korupsi dana BNPB terkait pengadaan senilai Rp148 miliar. Sebelumnya, BEM UI menggelar demo bertajuk Merebut Kemerdekaan di Bundaran HI pada 18 Agustus 2026 dengan delapan tuntutan.
Hingga Selasa malam, demo 2 tahun Prabowo-Gibran berlangsung di sejumlah titik dengan pengamanan dan penutupan jalan. Pemerintah menanggapinya melalui pernyataan Menko Polkam, sementara mahasiswa UNAS menyatakan akan melanjutkan aksi secara bertahap.






