Beritaenam.com
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • MUSIK
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • CATATAN AGI
No Result
View All Result
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • MUSIK
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • CATATAN AGI
No Result
View All Result
Beritaenam.com
No Result
View All Result
Home Berita

Menkeu Purbaya Tegaskan Rupiah Lemah Bukan Krisis 1998, Minta Masyarakat Tidak Panik

by Al Berlant Ghulam
21/05/2026
in Berita, Ekonomi, Nasional
A A
0
menkeu purbaya tegaskan rupiah lemah

Menkeu Purbaya tegaskan rupiah lemah kali ini berbeda dengan krisis 1998, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan kondisi pelemahan rupiah saat ini tidak mengarah ke krisis seperti yang terjadi pada 1998, dan meminta masyarakat tidak panik menghadapi tekanan nilai tukar yang tengah berlangsung.

Rupiah Kembali Tertekan, Turun ke Rp 17.685 per Dolar

Nilai tukar rupiah kembali melemah pada Selasa (19/5/2026). Berdasarkan data Bloomberg pukul 09.05 WIB di pasar spot exchange, kurs rupiah melemah 17 poin (0,10%) ke level Rp 17.685 per dolar Amerika Serikat. Pelemahan ini melanjutkan tekanan hari sebelumnya, ketika rupiah ditutup turun 71 poin (0,4%) ke level Rp 17.668 per dolar AS pada Senin (18/5/2026).

Analis pasar mencatat bahwa rupiah ikut tertekan meski dolar AS secara global justru melemah terhadap sejumlah mata uang utama. Penyebabnya antara lain penurunan harga minyak setelah Amerika Serikat menunda serangan ke Iran, serta kekhawatiran pasar terhadap kenaikan imbal hasil obligasi Treasury AS.

“Jelas itu, penurunan harga minyak, adalah pendorongnya pagi ini.” Lou Brien, ahli strategi pasar di DRW Trading, kepada CNBC International

Menkeu Purbaya: Fundamental Ekonomi RI Tetap Kuat

Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa mengimbau masyarakat dan investor agar tidak cemas terhadap koreksi nilai tukar rupiah maupun penurunan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), karena fondasi ekonomi Indonesia dinilai masih kokoh.

“Indonesia tidak mengarah ke krisis 1998. Dasar-dasar ekonomi RI tetap kuat. Kami minta masyarakat untuk tidak panik.” Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Keuangan Republik Indonesia

Purbaya menjelaskan sejumlah perbedaan mendasar antara kondisi saat ini dengan krisis moneter 1998. Saat itu, Indonesia mengalami kolaps perbankan masif, defisit neraca berjalan yang sangat dalam, serta cadangan devisa yang nyaris habis. Kondisi tersebut berbeda dengan situasi sekarang, di mana sistem perbankan masih dalam kondisi baik dan cadangan devisa berada pada level yang cukup.

Risiko PHK Akibat Pelemahan Rupiah Tetap Diantisipasi

Meski pemerintah meyakinkan masyarakat bahwa kondisi makro masih terkendali, sejumlah ekonom mengingatkan potensi dampak lanjutan dari pelemahan rupiah terhadap dunia usaha. Lembaga penelitian Center of Economic and Law Studies (Celios) menyatakan risiko pemutusan hubungan kerja (PHK) harus diantisipasi, terutama di sektor yang bergantung pada bahan baku impor.

Efek pelemahan nilai tukar diperkirakan akan terasa pada sektor elektronik, industri otomotif, dan bahkan pertanian yang masih mengandalkan pupuk dan bahan kimia impor. Tekanan pada biaya produksi berpotensi mendorong perusahaan memangkas tenaga kerja apabila berlangsung dalam jangka panjang.

Langkah Antisipasi Pemerintah

Selain pernyataan publik dari Menkeu Purbaya, Bank Indonesia (BI) juga telah menyiapkan berbagai instrumen stabilisasi nilai tukar. BI dikabarkan aktif melakukan intervensi di pasar valuta asing untuk menjaga likuiditas rupiah. Pemerintah juga mendorong eksportir untuk merepatriasi devisa hasil ekspor guna menambah pasokan dolar di dalam negeri.

Kondisi rupiah dan IHSG akan terus dipantau ketat oleh otoritas fiskal dan moneter. Masyarakat diimbau tetap tenang dan menghindari pengambilan keputusan finansial yang terburu-buru berdasarkan sentimen jangka pendek.

Baca juga: 36 Negara Resmi Dukung untuk Adili Putin atas Kejahatan Agresi terhadap Ukraina

Related Posts

Prabowo tetapkan target rupiah
Berita

Prabowo Tetapkan Target Rupiah di 16.800 hingga 17.500 per Dolar AS dalam Pidato KEM-PPKF di DPR

by Al Berlant Ghulam
46 minutes ago
0

Presiden Prabowo tetapkan target rupiah pada kisaran 16.800 hingga 17.500 per dolar Amerika Serikat untuk tahun anggaran 2027, dalam pidato Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) RAPBN 2027 di hadapan Rapat Paripurna DPR, Rabu, 20 Mei 2026. Prabowo...

Read more
rupiah ditutup menguat

Rupiah Ditutup Menguat ke 17.654 per Dolar AS Usai BI Rate Naik 50 Bps

55 minutes ago
Rupiah Berpotensi Melemah ke Rp22.000

Peringatan Ekonom: Rupiah Berpotensi Melemah ke Rp22.000, El Nino Juli-Agustus Ancam Ketahanan Pangan

21 hours ago
Next Post
rupiah ditutup menguat

Rupiah Ditutup Menguat ke 17.654 per Dolar AS Usai BI Rate Naik 50 Bps

sw-7 minuman sarang burung walet
Logo Beritaenam

Beritaenam.com adalah sebuah media independen, tidak memihak dalam pemberitaan, bebas dan tidak terikat dari kepentingan politik dan kelompok tertentu.

Berisi orang-orang profesional yang sudah bertahun-tahun bekerja di dunia jurnalistik.

Tujuan utama kami adalah memberikan berita informasi yang bermanfaat bagi masyarakat dan cerdas mengupas peristiwa.

Kategori

  • Berita
    • Teknologi
  • Catatan Agi
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
    • Seks
  • Hankam
  • Hiburan
    • Film
    • Selebriti
  • Hukum
  • info
  • Internasional
  • Istana
  • Jabar
  • Kawula Muda
  • kesehatan
  • Kriminal
  • Kuliner
  • Metropolitan
  • motogp
  • Musik
  • Musik Trending
  • Narkoba
  • Nasional
  • News
  • Olahraga
    • Otomotif
    • Sepak Bola
  • Opinion
  • Pendidikan
  • Peristiwa
  • Politik
  • properti
  • Travel
  • Viral
  • Wisata
Beritaenam verified by Dewan Pres
  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

© 2022 Beritaenam - PT. Dua Tujuh Delapan

No Result
View All Result
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • MUSIK
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • CATATAN AGI

© 2022 Beritaenam - PT. Dua Tujuh Delapan