NasDem: Kok Ngotot Begitu Minta Gerindra Masuk Kabinet

128
Johnny G Plate.

beritaenam.com, Jakarta – Partai NasDem meminta pertemuan Ketua Umum (Ketum) PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri dan Ketum Gerindra Prabowo Subianto tak direspons berlebihan. Pertemuan keduanya diharap tak dikaitkan dengan peluang berkoalisi.

“Kenapa harus masuk Gerindra dalam koalisi, alasannya apa? Kok ngotot begitu minta Gerindra masuk,” tegas Sekretaris Jenderal Partai NasDem Johnny G Plate di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis, 25 Juli 2019.

Menurut Johnny, memperkuat posisi di parlemen tidak bisa dijadikan alasan mendesak Partai Gerindra bergabung.

Koalisi pemerintah yang ada saat ini dengan 60 persen suara lebih sudah cukup untuk mengawal jalannya pemerintahan.

“Sekarang 60 persen masih kurang kuat? Kita bilang kita solid masih kamu khawatir. Sudah dibilang solid sehat dan kuat masih khawatir juga, kalau khawatir enggak akan ada selesainya. Jangan berpolitik kalau khawatir,” tegas Johnny.

Johnny menyebut pertemuan Megawati dan Prabowo tidak ada tersirat komitmen keduanya untuk bersama-sama di kabinet.

Pertemuan itu hanya sebatas silaturahmi dua sahabat lama. Dalam iklim demokrasi, hal itu baik dan patut ditiru.

“Kalau bertemu sesering mungkin lebih bagus lagi tapi dengan hormati dengan sikap politik masing-masing,” ucap Johnny.

Johnny menambahkan untuk menyolidkan jalannya pemerintahan Jokowi tidak perlu mengajak pihak-pihak dari luar untuk bergabung. Menurut dia, jalannya pemerintahan butuh satu visi dan misi yang sudah menjadi komitmen dari awal.

“Bagaimana mengajak orang dari luar untuk solid kalau dari luar bertentangan dari program. Kamu menyaksikan sembilan bulan perbedaan, jubir (juru bicara), influencer merendahkan Jokowi luar biasa, apakah itu sejalan,” kata Johnny, seperti dikutip dari medcom.id

Ia menghormati sikap Gerindra yang akan mengambil keputusan apakah bergabung bersama pemerintah atau tetap menjadi oposisi.

Namun, perlu dicatat keputusan bergabung ada di tangan partai politik (parpol) koalisi bukan dari Gerindra itu sendiri.

“Gerindra ambil keputusan di rapatnya kami bergabung boleh, mengambil keputusan tetap ada di luar boleh kami hormati. Tapi kalau mau bergabung tergantung kami,” pungkas dia.