Seorang pedagang cermin meninggal dunia pasca demo 27 Agustus di kawasan Pejompongan, Jakarta Pusat. Korban bernama Bambang Setiyawan, 59 tahun, warga Bendungan Hilir, Tanah Abang.
Jenazah dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum Kemanggisan Pulo, Jakarta Barat, pada Jumat, 28 Agustus 2026, seusai salat Jumat. Sejumlah laporan menyebut usia korban 60 tahun. Ia menjadi korban jiwa pertama yang dilaporkan pasca demo 27 Agustus di kawasan tersebut.
Kronologi Pedagang Cermin Meninggal Pasca Demo 27 Agustus
Bambang berjualan cermin di pinggir Jalan Pejompongan Raya. Istrinya, Sudarsi, 56 tahun, meminta suaminya menutup lapak lebih awal sekitar pukul 16.30 WIB karena massa mulai berdatangan.
Keluarga kembali ke rumah setelah pukul 18.00 WIB. Bambang sempat mengantar seorang tetangga yang sakit ke Rumah Sakit Pelni bersama anaknya menggunakan sepeda motor.
Anaknya pulang dari rumah sakit sekitar pukul 20.30 WIB hingga 21.00 WIB. Bambang kemudian keluar rumah lagi menuju lapaknya setelah situasi dinilai lebih aman.
Istri Ketua RT 02 RW 06 Pejompongan, Titin, 54 tahun, melihat korban keluar sekitar pukul 22.00 WIB. Ia menyebut warga sempat berlarian mencari perlindungan ke gang permukiman setelah gas air mata ditembakkan.
“Itu sekitar kurang lebih jam 10 malam, almarhum keluar dari sini pakai baju hitam-hitam, kaos hitam, celana hitam.” (Titin, warga Pejompongan)
Bambang tidak kunjung pulang hingga larut malam. Sudarsi mulai mencari suaminya sekitar pukul 01.30 WIB, lalu kembali ke rumah untuk beristirahat pada pukul 02.30 WIB.
Keluarga menerima kiriman video mengenai kondisi Bambang antara pukul 03.00 WIB dan 04.00 WIB. Mereka kemudian mendapat informasi bahwa korban telah dibawa ke Rumah Sakit Polri.
Penyebab kematian belum diumumkan secara resmi hingga berita ini disusun. Keluarga menyatakan jenazah hanya menjalani pemeriksaan luar dan belum menerima hasil lengkap, seperti diuraikan Antara.
“Kita enggak ada yang lihat jelas posisi dia, posisi dia dipukulin, posisi dia dibawa, kita enggak tahu.” (Sudarsi, istri Bambang Setiyawan)
Sudarsi menduga suaminya meninggal di lokasi kejadian sebelum dibawa ke rumah sakit. Keluarga menyampaikan korban pamit keluar rumah dan tidak kembali. Kepolisian belum merilis keterangan resmi mengenai kronologi maupun penyebab kematian korban.
Daftar Rute Transjakarta Terdampak Pasca Demo 27 Agustus
Sebanyak 16 rute Transjakarta disesuaikan pada Jumat pagi, 28 Agustus 2026, pasca demo 27 Agustus. Penyesuaian dilakukan menyusul penutupan sejumlah ruas jalan di sekitar Gedung DPR/MPR RI, Senayan.
PT Transportasi Jakarta menyatakan penyesuaian tersebut bersifat sementara, sebagaimana dirinci Kompas. Kebijakan itu mempertimbangkan kondisi lalu lintas dan situasi di lapangan.
Enam rute dihentikan sementara, yakni koridor 3F rute Kalideres menuju Gelora Bung Karno. Rute lain yang berhenti beroperasi adalah 1B Stasiun Palmerah menuju Tosari dan 1F Stasiun Palmerah menuju Bundaran Senayan.
Layanan 8C Pasar Kebayoran menuju Tanah Abang juga dihentikan. Dua rute lain yang terdampak adalah 8N Kebayoran menuju Petamburan serta 9E Kebayoran Lama menuju Jelambar.
Rute Transjabodetabek SH2 menuju Bandara Soekarno-Hatta turut dihentikan sementara. Layanan koridor 9 rute Pinang Ranti menuju Pluit dialihkan sehingga halte Gerbang Pemuda hingga Kota Bambu tidak terlayani.
Sejumlah layanan Mikrotrans juga memakai jalur alternatif di sekitar Tanah Abang. Rute JAK.11, JAK.12, dan JAK.14 termasuk yang mengalami pengalihan, sedangkan JAK.54 diperpendek menjadi Grogol sampai Bendungan Hilir.
“Mari kita jaga keselamatan, dan keamanan bersama.” (Ayu Wardhani, Kepala Departemen Humas dan CSR Transjakarta)
Penyesuaian awal dimulai pada pukul 05.00 WIB. Cakupannya kemudian diperluas pada pukul 07.00 WIB seiring perkembangan situasi di lapangan.
Perjalanan KRL dan Akses Jalan Sekitar Senayan
Sejumlah layanan transportasi umum lain masih terdampak pasca demo 27 Agustus. Perjalanan KRL lintas Rangkasbitung hanya sampai Stasiun Palmerah dan tidak melanjutkan perjalanan ke Stasiun Tanah Abang.
Penumpang diminta memantau informasi resmi operator sebelum bepergian. Transjakarta juga mengimbau pengguna memeriksa kanal media sosial resmi untuk memperoleh pembaruan terkini.
Ruas jalan di sekitar Gedung DPR/MPR RI masih ditutup pada Jumat pagi pasca demo 27 Agustus. Penutupan itu menjadi alasan utama penyesuaian layanan angkutan umum di kawasan tersebut.
Polisi Data Kerusakan Fasilitas Umum di Senayan
Polda Metro Jaya melakukan inventarisasi kerusakan fasilitas umum di sekitar kompleks parlemen. Pendataan kerusakan pasca demo 27 Agustus dilakukan bersama instansi terkait.
Data pasti mengenai jumlah dan nilai kerusakan belum diperoleh hingga Jumat pagi. Kepolisian menyatakan proses inventarisasi masih berjalan.
“Kami belum mendapat data pasti, tapi nanti kami juga akan melakukan inventarisasi terkait kerusakan-kerusakan yang ada.” (Budi Hermanto, Kabid Humas Polda Metro Jaya)
Pagar utama Gedung DPR/MPR RI dilaporkan rusak setelah didorong sekelompok orang. Pembakaran juga terjadi di sekitar pintu gerbang kompleks parlemen.
Lima unit truk dilaporkan mengalami kerusakan dalam rangkaian kejadian tersebut. Petugas gabungan kepolisian dan pemadam kebakaran memadamkan api di area pagar.
“Jakarta adalah milik kita bersama untuk kita sama-sama menjaga Jakarta.” (Budi Hermanto, Kabid Humas Polda Metro Jaya)
Kepolisian Sebut Perusuh Bukan Massa Aksi Awal
Kepolisian menegaskan perusakan dan pembakaran pasca demo 27 Agustus dilakukan kelompok yang terpisah dari peserta aksi awal. Massa Aliansi Masyarakat Pati Bersatu disebut telah membubarkan diri lebih dulu.
“Aksi penyampaian aspirasi awal dari massa AMPB Pati sebenarnya sudah selesai pada sore hari dan mereka telah membubarkan diri secara tertib.” (Budi Hermanto, Kabid Humas Polda Metro Jaya)
Petugas melakukan upaya pembubaran terukur sekitar pukul 19.00 WIB. Armada water cannon dikerahkan untuk membubarkan kerumunan yang bertahan di lokasi.
Sebelum aksi berlangsung, Polda Metro Jaya mengamankan 65 orang yang diduga hendak menunggangi penyampaian pendapat. Sebanyak 63 orang ditangani Direktorat Reserse Kriminal Umum dan dua orang oleh Direktorat Siber.
Barang bukti yang disita mencakup senjata tajam, airsoft gun, dan perangkat komunikasi. Petugas juga menyita tujuh jeriken berisi bensin serta 201 botol kaca bersumbu.
DPR Tetapkan Tenggat RUU Perampasan Aset
Pimpinan DPR RI menerbitkan surat komitmen penyelesaian RUU Perampasan Aset paling lambat 15 Desember 2026. Komitmen itu disampaikan dalam Rapat Paripurna Ke-3 Masa Persidangan I Tahun Sidang 2026-2027 pada Kamis, 27 Agustus 2026.
Tuntutan pengesahan aturan itu menjadi isu utama yang dibawa massa pasca demo 27 Agustus. Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad meminta persetujuan seluruh anggota atas batas waktu tersebut. Anggota yang hadir dalam rapat menyatakan menyetujui tenggat itu.
Komisi III DPR RI membuka ruang masukan publik melalui rapat dengar pendapat umum. DPR juga menyiapkan salinan dokumen hasil rapat paripurna sebagai bentuk pengawasan publik.
Kondisi di sekitar Gedung DPR RI berangsur normal pada Jumat pagi. Kepolisian masih berjaga di sejumlah titik sementara pendataan korban dan dampak pasca demo 27 Agustus terus berjalan.






