Beritaenam.com
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • MUSIK
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • CATATAN AGI
No Result
View All Result
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • MUSIK
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • CATATAN AGI
No Result
View All Result
Beritaenam.com
No Result
View All Result
Home Peristiwa

Penulis “Puisi Hujan Bulan Juni” , Wafat Juli Hari ini

Innalillahi wa innailaihi roji'un: Sapardi Djoko Damono

by admin
19/07/2020
in Peristiwa
A A
0
Puisi Hujan Bulan Juni

Beritaenam.com — Meninggalnya Sapardi langsung menjadi trending topik Twitter Indonesia pada Minggu pagi ini. Warganet mengenang karya-karya puisi Sapardi yang begitu melegenda.

Prof. Dr. Sapardi Djoko Damono adalah seorang pujangga berkebangsaan Indonesia terkemuka. Ia kerap dipanggil dengan singkatan namanya, SDD.

Innalillahi wa innailaihi roji’un: Penyair Sapardi Djoko Damono wafat.

Lahir di Solo pada 20 Maret 1940, Sapardi Djoko Damono dikenal sebagai salah seorang penyair besar di Indonesia. Penggunaan kata-kata yang sederhana dan penggambaran alam menjadi ciri dari karya-karya yang dibuatnya.

Selain puisi, guru besar Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia (UI) ini juga membuat cerita pendek, menerjemahkan karya penulis asing, esai, dan sejumlah artikel di surat kabar.

Sapardi Djoko Damono juga sudah menulis puluhan buku dan karya tulis. “Hujan Bulan Juni” adalah salah satu karyanya yang paling terkenal.

“Hujan Bulan Juni” awalnya lahir sebagai puisi pada 1989 yang beberapa kali beralih wahana menjadi lagu, cergam, novel, buku mewarnai sampai film layar lebar yang tayang pada November 2018.

Berdasarkan bedah Puisi “Hujan Bulan Juni” Sapardi Djoko Damono, makna puisi itu lebih banyak berkaitan dengan ketabahan dan kesabaran sebuah kasih sayang.

Pada larik kata “Tidak ada yang lebih tabah dari hujan bulan juni,” Sapardi menggambarkan hujan sebagai kasih sayang.

Sedangkan melalui kata itu, dia ingin menggambarkan soal ketabahan atau kesabaran dari hujan tidak turun ke bumi pada Bulan Juni.

Dalam kalender tahunan, Juni pada umumnya digambarkan sudah masuk musim kemarau sehingga mustahil hujan turun di bulan itu, sehingga mengandung makna tentang ketabahan, kesabaran seseorang untuk tidak menyampaikan sayang dan rindunya pada orang yang dicintainya.

Sedangkan, larik “Tak ada yang lebih bijak dari hujan bulan Juni” digunakan Sapardi untuk menggambarkan bahwa dia mampu dengan ketabahannya menahan tidak menyampaikan sayang juga rindunya.

Sementara larik, “Dihapusnya jejak jejak kakinya yang ragu-ragu di jalan itu” menggambarkan Sapardi ingin menghapus keraguan, prasangka jelek yang hinggap di hatinya dalam menanti orang yang dicintainya

Ada pun, pada larik “Tak ada yang lebih arif dari hujan bulan Juni” Sapardi ingin menggambarkan dia pandai menyimpan, menyembunyikan rasa sayangnya, rindunya pada orang yang dia cintai.

Dari hujan bulan Juni dirahasiakannya rintik rindunya kepada pohon berbunga itu tak ada yang lebih bijak dari hujan bulan Juni dihapusnya jejak-jejak kakinya yang ragu-ragu di jalan itu.

Tak ada yang lebih arif dari hujan bulan Juni dibiarkannya yang tak terucapkan  diserap akar pohon bunga itu.

#RestInPeace Pak Sapardi.”

Puisi Hujan Bulan JuniPuisi Hujan Bulan Juni

Related Posts

kpk tahan silmy karim
Berita

KPK Tahan Silmy Karim Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Tersangka Pemerasan Izin Tinggal WNA Senilai Rp145,5 Miliar

by Al Berlant Ghulam
1 day ago
0

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tahan Silmy Karim Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Wamen Imipas) pada Kamis, 4 Juni 2026, setelah menetapkannya sebagai tersangka dalam kasus dugaan pemerasan pengurusan izin tinggal warga negara asing (WNA) di Direktorat Jenderal Imigrasi. KPK menyebut...

Read more
Ajeng Febria lagu Siji Di Ping Selawe

Ajeng Febria Tampil Menawan pada lagu “Siji Di Ping Selawe”, Official Music Videonya Banjir Penonton

2 days ago
ihsg anjlok

IHSG Anjlok 1,55 Persen, Arus Modal Asing Picu Volatilitas Pasar

2 days ago
Next Post
Pesan dr. Reisa Terkait Penanganan Jenazah Di Masa Pandemi COVID-19

Pesan dr. Reisa Terkait Penanganan Jenazah Di Masa Pandemi COVID-19

sw-7 minuman sarang burung walet
Logo Beritaenam

Beritaenam.com adalah sebuah media independen, tidak memihak dalam pemberitaan, bebas dan tidak terikat dari kepentingan politik dan kelompok tertentu.

Berisi orang-orang profesional yang sudah bertahun-tahun bekerja di dunia jurnalistik.

Tujuan utama kami adalah memberikan berita informasi yang bermanfaat bagi masyarakat dan cerdas mengupas peristiwa.

Kategori

  • Berita
    • Teknologi
  • Catatan Agi
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
    • Seks
  • Hankam
  • Hiburan
    • Film
    • Selebriti
  • Hukum
  • info
  • Internasional
  • Istana
  • Jabar
  • Kawula Muda
  • kesehatan
  • Kriminal
  • Kuliner
  • Metropolitan
  • motogp
  • Musik
  • Musik Trending
  • Narkoba
  • Nasional
  • News
  • Olahraga
    • Otomotif
    • Sepak Bola
  • Opinion
  • Pendidikan
  • Peristiwa
  • Politik
  • properti
  • Travel
  • Viral
  • Wisata
Beritaenam verified by Dewan Pres
  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

© 2022 Beritaenam - PT. Dua Tujuh Delapan

No Result
View All Result
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • MUSIK
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • CATATAN AGI

© 2022 Beritaenam - PT. Dua Tujuh Delapan