Pernyataan Prabowo soal demo kembali menjadi sorotan publik setelah Presiden mengaku mengetahui pihak yang membiayai aksi unjuk rasa mahasiswa di berbagai daerah.
Pernyataan Prabowo soal Demo di Gorontalo
Presiden Prabowo Subianto menyampaikan hal itu saat menghadiri Puncak Pekan Nasional Petani Nelayan XVII 2026 di Gorontalo pada Rabu, 24 Juni 2026. Ia memperingatkan adanya pihak yang disebut mendanai gelombang demonstrasi belakangan ini.
“Saudara-saudara sekalian hati-hati. Saya tahu siapa yang bayar-bayar demo, gue tahu itu.” – Prabowo Subianto, Presiden RI
Dalam pernyataan Prabowo soal demo tersebut, ia menyinggung peserta aksi yang disebut menerima bayaran sekitar Rp200.000 untuk turun ke jalan. Menurut Presiden, hal itu menunjukkan sebagian peserta tidak memahami tuntutan yang dibawa.
“Yang pada mau demo, ditanya anak-anak demo, enggak ngerti. Mau demo apa, ya?” – Prabowo Subianto, Presiden RI
Ajakan Menjaga Persatuan di Tengah Sorotan Aksi
Pada kesempatan itu, Presiden mengajak masyarakat menjaga persatuan di tengah perbedaan pandangan politik. Ia menilai Indonesia sedang berada dalam fase persaingan global yang membutuhkan kekompakan seluruh elemen bangsa.
Pernyataan Prabowo soal demo ini muncul setelah rangkaian unjuk rasa mahasiswa yang dimulai pada 12 Juni 2026. Aksi tersebut menuntut evaluasi sejumlah kebijakan pemerintah, termasuk program Makan Bergizi Gratis dan pengelolaan anggaran negara.
Gelombang aksi tersebut tersebar di banyak kota, mulai dari Jakarta, Bandung, Yogyakarta, hingga Surabaya. Para demonstran umumnya menyoroti tata kelola anggaran, program Koperasi Desa Merah Putih, serta kebijakan ekonomi nasional.
Acara di Gorontalo itu sendiri merupakan agenda kunjungan kerja Presiden yang mempertemukan ribuan petani dan nelayan dari berbagai daerah. Di hadapan mereka, Presiden menyinggung sejumlah isu nasional, termasuk arah kebijakan ekonomi dan situasi politik terkini.
Respons Istana atas Tuntutan Demonstran
Sebelumnya, pihak Istana melalui Kepala Badan Komunikasi Pemerintah Muhammad Qodari menyatakan pemerintah telah menjalankan efisiensi anggaran sejak awal pemerintahan. Klaim itu disampaikan untuk menjawab tuntutan mahasiswa soal dugaan pemborosan APBN.
Qodari menyebut penghematan dilakukan melalui efisiensi belanja, penguatan ketahanan energi, hingga evaluasi pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis. Ia juga mengeklaim pemerintahan saat ini tengah menjalankan agenda reformasi tahap kedua.
Istana menegaskan bahwa program Makan Bergizi Gratis yang sudah berjalan tidak akan dihentikan, sedangkan persiapan satuan pelayanan yang belum beroperasi akan dievaluasi. Pemerintah menyatakan akan menjawab kritik publik dengan hasil kerja nyata.
Dalam berbagai kesempatan, Presiden juga menyoroti rencana pemangkasan jumlah badan usaha milik negara yang terus merugi. Hal itu disebut sebagai bagian dari upaya membenahi tata kelola dan efisiensi keuangan negara di tengah tekanan global.
Sorotan Publik atas Pernyataan Prabowo soal Demo
Pernyataan Prabowo soal demo menuai beragam tanggapan dari publik dan kalangan mahasiswa. Sebagian pihak meminta agar tudingan adanya pendanaan aksi dibuktikan secara terbuka, sementara pihak lain menilai pernyataan itu sebagai peringatan terhadap potensi penyusupan kepentingan.
Di sejumlah daerah, aksi mahasiswa masih berlanjut dengan tuntutan serupa. Aparat keamanan menyiagakan personel gabungan untuk mengawal jalannya demonstrasi, sementara berbagai kampus mengingatkan agar gerakan tetap berlandaskan integritas.
Dinamika Politik Menjelang Pertengahan 2026
Pernyataan Prabowo soal demo turut mewarnai dinamika politik nasional yang menghangat sepanjang Juni 2026. Berbagai elemen masyarakat, mulai dari mahasiswa, organisasi keagamaan, hingga kelompok profesi, menyampaikan pandangan beragam atas arah kebijakan pemerintah.
Pengamat menilai komunikasi politik antara pemerintah dan kelompok kritis menjadi penting untuk meredakan ketegangan. Pemerintah diharapkan menjawab tuntutan publik dengan langkah konkret, sementara demonstran didorong menyalurkan aspirasi secara damai dan tertib.
Sejumlah tokoh juga mengimbau agar perbedaan pandangan politik tidak berujung pada perpecahan. Imbauan ini sejalan dengan ajakan Presiden untuk menjaga persatuan di tengah situasi yang dinilai membutuhkan kekompakan nasional.
Polemik seputar pernyataan Prabowo soal demo diperkirakan masih akan terus berkembang dalam beberapa waktu ke depan. Publik menanti bukti dan tindak lanjut atas pernyataan tersebut, sekaligus langkah pemerintah dalam menjawab berbagai tuntutan yang disuarakan di jalanan. Para pengamat menilai keterbukaan informasi akan menjadi penentu apakah ketegangan dapat mereda atau justru meluas.
Baca juga: Kejagung Tolak Justice Collaborator Sony Sonjaya dalam Korupsi Makan Bergizi Gratis








